Selasa, 25 April 2017
SNMPTN ; Gambaran "S(emestinya)EMU" Masa Depan
Ini adalah tuangan dari diary usang yang secara diam-diam sudah lama ingin di bagi. Pengalaman, yang kata orang adalah guru terbaik.
Masa itu kurang lebih satu tahun akademik yang lalu, jauh di madrasah tercinta.Saat ujian-ujian ujung pendidikan menanti untuk di urai, saat gerbang masa depan menanti untuk dipilih.
Rasanya kalkulasi sekon selama tiga tahun periode itu tak selang sebentar, setelah melalui canda tawa masa sekolah, apalagi yang dibicarakan adalah tingkat menengah akhir, masa dimana cinta monyet hampir setengah matang, produktivitas hormon reproduksi yang sedang kencang, yang mana bercanda tawa di kelas dengan riang sambil menyusun mimpi bersama teman sekawan seindah menguliti kacang.
Akan banyak celetukan cita-cita yang mengawang naik, beberapa teman berpotensi akademik akan dengan lantang megukir perencanaan kisah tersendiri, tapi bukan juga tidak ada yang dengan malu penuh pesimis berkata 'ah, aku sih dimana Tuhan berkehendak saja.' entah karena kurangnya ambisi ataupun pesimis sudah mengambil alih hati,
Karena realita memang harus di tantang, terkadang tak apa jika kau musti bermimpi akan menjadi pegawai NASA mesti dikenyataan manusia terbaik Indonesia pun belum tentu dipilih masuk. sekali lagi tak apa, bermimpi itu tak ada larangan hukumnya, hanya saja kamu yang nantinya putuskan, ingin tmengawang bersama angin lalu terjatuh, atau kritis ingin terbang dengan membuat sayap.
Menyusun masa depan itu sama sederhananya dengan menggores 'list to do', mudah direncanakan namun hampir serasa melintasi jurang kemustahilan untuk terealisasi.
Ada goresan kenangan kecil di masa itu, kala salah satu guru yang terkenal cantik rupa, terbaik ajar, dan terlampau sadis killernya, berkata "Setelah kamu menginjak gerbang luar dari Madrasah ini, barulah pantas saya ucapkan seamat datang di 'Kehidupan'." Awalnya kami seisi kelas hanya tertawa basa-basi menanggapi, cekikikan imut tanpa tau makna, begitupun saya yang duduk dipojok deret tiga dari belakang ; hanya tersenyum dengan -sok- kalem, bertanya dalam hati 'Memang selama ini saya pingsan dimana, sampai belum tahu apa itu hidup?'
Tapi beliau benar, bukan persoalan benarkah raga ini sudah keduluan jatuh pingsan tanpa respon pusat kontrol sentral simpatis, tapi konsep petunjuk arah yang dahulunya dikira berupa kompas namun tak lebih dari lapis lensa buram, yang saat kekang telah di lepas, di paksa mecari arah dengannya tanpa di tuntun.
Gerbang samar masa depan pertama ; SNMPTN sudah menjulang di depan mata.
Memilih adalah pasti, karena kini kita dapat bernafas juga karena adalah pilihan.
Lalu, untuk apa takut? yang takut adalah mereka yang tak punya mimpi, yang tak punya visi masa depan. Dan hari itu nyali serasa di tekan.. kenyataan telah dialui, pertanyaan baru yang sebenarnya usang menghampiri "Impian saya itu apa..." adalah yang pertama melintas di benak.
Lalu riuh melunjak, seisi kelas mulai sibuk menggosip hari esok, namun saya hanya kecut tersenyum mendengar mimpi-mimpi mereka, saya tahu Tuhan akan menghukum nantinya untuk hari itu karena telah angkuh dengan remehan. 'Bermimpi setinggi langit boleh, memangnya tak takut sakit seandainya terjatuh?'
Karena sungguh jalan setapak yang nantinya kamu lalui tak semulus kelihatan, akan ada ; cacat aspal dengan lubang menganga, lintas kendaraan tak terkendali, ataupun rawan potensi untuk jatuh celaka.
Layaknya SNMPTN, dipertimbangkannya catatan akademik dan peluang akan mengkalkulasi nilai 'jual' untuk mimpimu. pantaskah? layakkah?
Bagi mereka yang percaya akan mimpi tentu teguh pilihan dan pendirian, bagi mereka yang didominasi arah pikir logis berserak kesana-kemari mengorek informasi dari lubang semut hingga wadah konsultasi.
Sedang saya masih bertanya 'Apakah sebenarnya garis finish yang sedang saya kejar?'
Karena membuat adonan kue pun tak sesederhana yang kelihatan, ada banyak pertimbangan tentang takaran atau teknik tangan. begitupun impian, tak sekedar cerita indah menggapai mimpi, tapi adalah tentang bagaimana nanti jalan yang akan kamu tempuh benar-benar membawa kepada kebahagiaan sejati.
Untuk itu saya memilih untuk melalui lebih banyak hal dari mereka, mencari arti dari mimpi dan menyusun strategi logis.
Nilai di summatif, catatan prestasi akademik di data, peluang di hitung, film inspiratif di tonton, nasihat di ambil, do'a di panjat dan kertas perencanaan 'bahagia sejati yang semu' itu akhirnya telah saya buat.
Dengan bangga saya ceritakan pada mereka yang dulu terejek impiannya, bahwa jalan masa depan milik saya sudah lebih terang dibanding lampu neon toilet umum.
Namun terkadang ramalan berita televisi juga selalu bercelah untuk tak melaporkan badai dadakan, di iklim lokasi atapun kotak sederhana perencanaan mimpi.
Jalan yang diberikan oleh Tuhan menyimpang jauh dari goresan perencanaan mengejar masa depan yang diangankan.
Hari itu ada banyak ekspresi yang tumpah, dari luapan kegembiraan karena namamu dinyatakan lulus sampai tangis kekecewaan karena jalan masa depanmu masih di buramkan oleh yang maha kuasa. dan saya hari itu menjadi manusia paling 'tidak tahu diri' dengan tidak menjadi bagian dari keduanya. rasanya kosong, kebingungan setelah mendapati lulus di jalan yang bukan dikehendaki.
Tapi baru sekarang mata hati terbuka. bahwa perihal kelulusan SNMPTN yang dulunya dianggap 'coba-coba berhadiah' adalah hal penting bagi banyak harapan di luar sana.
SNMPTN yang katanya mengambil hampir setengah dari kuota MARU adalah perihal serius. lulus ataupun tidak lulusnya kamu nanti.
Lulus, yang berarti Tuhan sudah menunjukan jalanmu dan sudah waktunya untuk menjalani dengan penuh syukur, serius dan ikhlas atas respek terhadap pilihanmu dan teman seperjuanganmu yang belum diberi kesempatan yang sama.
Dan tidak lulus, yang berarti Tuhan sedang menyiapkan rencana yang jauh lebih baik dan lebih luar biasa dari yang kamu perkirakan.
Para kecebong manisku (Yang mengaku adik kelas) memperkirakan masa depan sama halnya dengan mengkalkulasikan secara logis berapa nilai dari simbol matematika 'tak hingga'. Bukannya mustahil namun sejauh sejarah mencatat hampir tidak pernah ada yang bisa. Ketidaklulusan mu di SNMPTN nantinya bukanlah akhir dari kisah perjalananmu menggapai mimpi, melainkan adalah motivasi untuk memaksimalkan usaha dalam rangka mengejar ranah yang lebih tinggi.
Biru ataupun Merah yang terpampang di display sebagai latar namamu tidaklah penting. Namun poin yang harus selalu kamu pegang teguh adalah bagaimana selanjutnya dua warna itu akan menuntunmu ke 'garis finish sejati' milikmu, yang dengannya adalah puncak tertinggi kepuasaanmu, yang dengannya saat melihat kebelakang tidak akan ada penyesalan berarti telah mengambil keputusan untuk melangkah maju di jalan ini olehmu.
Karena manusia yang berencana, namun dzat yang maha kuasa lah sang pengatur.
Tuhan ada bukan untuk membuatmu berlepas diri dari usaha adik-adikku, namun untuk membuktikan bahwa garis kemustahilan yang di patenkan itu tidak pernah benar-benar ada-ada.
Dari Andi Priscillia Al-qodry,
yang mengaku waktu tidurnya diambil alih hafalan nomina anatomica.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Widih mantep banget kak :'v
BalasHapusBelikan saya nasi bungkus kalo begituu :"v
HapusMakasih nasehat dan ilmunya kak cia ☺
BalasHapusIya sayang, semangat mengejar impian ya 😊
HapusMksh kk ☺
BalasHapusIyaaa.. semangat terus yaa
Hapusterasa banget kak curahannya :'v
BalasHapusPokonya mangatss untuk kalian :") terutama untuk kalian berlima (Rifki, arief, oza, fajar, andi) semoga kreatifitas kdepannya lebih dikembangin lagi, jujut kaka suka banget sama semua karya2 kalian.. kaka do'ain besok2 bisa bikin studio film yang kancahny hollywood :"v
BalasHapusduhh :'' makasih banyak nasehatnya kak :'' terharu dedek :'
BalasHapusSama2 deek :"v semoga bisa lulus di prodi informatika eaak
BalasHapusMerasa diri terpanggil oleh suara penuh harapan dan doa,.. rupanya nama saya disebut di ruang penuh irama .. :v :v..
BalasHapusBermanfaat sekali ini kak cia...
BTW Baca blogny tdi sampe pake irama puisi :'v
Bayarannya besok besok kamu harus bacain ini dengan irama puisi di panggung pidato kesuksesan yaaa :")
Hapus