Jika tidak ada ketentraman hati dengan membaca Al-Qur'an, berarti iman nya belom mateng. Sama kok, yang punya akun ini juga begitu, imannya masih sangat mentah, masih sangat fakir ilmu. 😌
Sedari pertama nenek moyang belajar memercik api hingga mampu terbang ke bulan, kita manusia sudah di landasi 'candu' bawaan yang di pikul dari kaidah psikis atas dasar kebutuhan hidup oleh konklusi logis ;
Penghapus sakit namanya.
Semuka bumi, yang paling digemari-paling dicari-paling didamba adalah bentuk efek 'terbang' seperti narkoba yang tidak haram dan tidak ada efek samping buruknya. Kenapa? Karena semua yang dicandui manusia adalah sesuatu yang punya potensi besar untuk membuatnya melupakan rasa sakit, marah, kecewa, gelisah dll secara instan.
Maka tak heran, hati yang sering terbolak-balik itu kadang tersesat jauh sampai menikung tajam dari jalan yang lurus ke jurang maksiat hanya dengan diatas namakan 'mencari penghilang penat'
Entah bentuknya rekreasi semata atau mabuk khamar semalam suntuk.
Tak ingat, bahwa Allah sudah sediakan yang yang lebih baik, yang untuk mendapatkannya tidak perlu habis uang dan tenaga,
Al-Qur'an namanya.
Tapi kenapa, kenapa saat sudah membaca Al-Qur'an masih saja sempit hati rasanya?
Nah kalau begitu koreksi lagi, muhasabah diri lagi, mungkin itu bacaannya yang belum benar, mungkin itu tafsirnya yang terlewat, atau..
Mungkin itu hanya sekedar lisan yang berbisik namun hati tak ikut serta ke dalam samudera ayat-ayatNya.
Dari Andi Priscillia Alqodry,
Yang masih belum mempercayai eksisnya kisah hapilly ever after.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar