Minggu, 05 Juni 2016

Kisah dari Gunung

Kisah ini bukan tentang hujan beku pembawa rindu ataupun tentang kilau senja penghibur resah.
Tapi tentang nyanyian gemerisik daun,
tentang riak damai air,
tentang merdu kicau burung,
tentang sang hutan yang kokoh,
tentang puncak yang menggapai langit.

Aku menarik napas dalam, seketika pedihnya oksigen mengisi paru-paru.
Memenuhi relung dada dengan rasa lapang familiar, memberatkan mata hingga sayup, terhanyut akan rimba yang damai.

Alam memang selalu begini, punya kisah istimewa yang tak mudah dibagi.
Tak perlu gemerlap semewah di kota, cukup taburan bintang dari luasnya relung langit.
Tak perlu sorot lampu atau riuh musik, tapi hangat arang kayu dengan nyanyian petik gitar sederhana.
Menggema canda dan tawa, ditemani siulan makhluk hutan dan dinginnya udara gunung.

Disini aku belajar bagaimana beku harus dilalui untuk menyambut pagi yang hangat,
belajar bagaimana berbagi untuk saling lengkap,
belajar melawan buaian mimpi untuk terjaga akan alam nyata.

Hai kawan, ini bukan kisah klasik dari hidup yang biasa,
Bukan kisah picisan dari novel romansa,
Tapi ini kisah mahal yang kubawa pulang, dari gunung yang alamnya bernyanyi memanggil untuk datang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar