Minggu, 06 Agustus 2017

FK dan Kamu




Jangan salahkan Anatomi,
Dia hanya subjek dari bongkahan bernyawa, yang dicerai-berai cuma untuk mengajari mu arti dari kata bersyukur. 

Jangan salahkan nomina anatomica,
Dia hanya struktur susunan vocal maupun konsonan di per cantik, yang ingin dikenal sebelum sayang, meski terkadang dia membuat lidah sampai percabangan saraf mu terbelit di saat OSPE.

Jangan salahkan Histologi,
Dia hanya eksistensi yang kau anggap butiran debu walaupun telah ikut melengkapi hidupmu yang sempurna, yakin lah dia merasa tersanjung meski hanya dilirik dari lensa objektif lalu kau kira ukiran bulan merah muda. Karena hakikat dunia memang begitu, terkadang air susu yang dibalas air tuba bukan hanya sekadar bualan setelah semua yang dilakukan epitel ataupun jaringan ikat di sepanjang perjalanan sekon yang kau lalui.

Jangan salahkan Fisiologi,
Dia hanya skenario turunan ilahi yang membuatmu tetap bisa membaca tulisan konyol ini, walaupun tak ikut masuk kedalam syarat tindak pidana yang dituduhkan niat ingin menjatuhkan mu, namun tetap saja kau salahkan saat nilai MCQ anjlok hingga remedi.

Jangan salahkan Imunologi,
Dia hanya prajurit minions milikmu yang sangat sayang kepada tuannya seperti Kevin, Bob, atau Stuart kepada Gru. Karena sungguh, yakin lah bahwa sel mast tak bermaksud mengkhianati jika saja kromosom tak memerintah IgE sedemikian rupa.

Jangan salahkan Patologi,
Dia hanya ingin memperingatkan mu bahwa dunia gemerlap munafik ini tak pernah dipenuhi serbuk peri yang dipercaya membawa hidup abadi, melainkan pengap akan wabah dan penyakit yang menekan ledakan populasi. 

Masih begitu banyak penghuni standar kompetensi FK selain mereka yang sering dikutuk tanpa terbukti melakukan tindak pidana, padahal jika saja salah satu darinya berniat membelot malam ini, bisa jadi esok pagi kasur empuk sudah berganti dengan bangsal rumah sakit.

Sesederhana itu. Dan ya, yang paling tahu itu kamu,

Calon dokter masa depan yang masih senang mengembara  mencari jati diri,

Tak berhenti mengeluhkan perahu masa depan yang terus berlayar jauh ke ujung cakrawala.

FK itu tak sepahit kopi kental langganan supir truk ekspedisi, tak juga tak semanis madu Teje* yang sekarang kaya varian rasa. Dia asam manis ibarat rujak, dengan sensasi nano-nano yang sempurna jika memahami citarasa buah, kacang dan cabai yang berpadu epik ala takaran si mamang.

Tapi kalau sedari awal sudah tak menyukai buah, Itu urusan mu dengan selera, kenapa memilih ikut temanmu beli rujak dibanding makan batagor di alun-alun? 

Sudah kepalang jatuh untuk memilih, adalah rujak yang dimakan paksa atau malah terbuang ke tempat sampah. Ingin barter dengan es teh? Sayang sekali tidak ada mamang yang mau jualan terbeli tapi minta dikembalikan, kuah kacang tak semudah itu di urai kembali menjadi uang lima ribu setelah bercampur dengan potongan buah dan bekas liur mu.

Maka poin tantangan berkomitmen adalah tentang bagaimana pandangan terhadap FK mu yang sesempit kolong tempat tidur itu diperluas selebar kolong jembatan, tak apa mulai dari tempat yang kumuh dulu, siapa tahu ujung jembatannya adalah Tower of London tempat penyimpanan mahkota ratu Elizabeth.

Karena perjalanan yang dimulai dengan keikhlasan beserta garis finish yang pasti, akan membawamu menuju pulau impian. 

Meski diterpa badai topan ataupun kumpulan gagak yang curang merebut bekal perjalananmu, niscaya menyerah akan terasa lebih pahit dibanding terus melaju. Karena itu, jadikanlah dia alasan solid untuk menumpas habis rasa pengecut mu untuk terbang menyentuh langit.

Namun ingatlah untuk jangan pernah lupa menikmati setiap perhentian yang disinggahi dalam perjalananmu dengan sepenuh hati, karena disitu lah kau akan menemukan hal-hal yang lebih jauh lebih berharga dibanding ‘cetak dua huruf konsonan’ di depan nama yang kau cari.

Dari Andi Priscillia Alqodry,
Yang sedang ngalong ditumpas serdadu referat beserta antek-anteknya.





Selasa, 25 April 2017

SNMPTN ; Gambaran "S(emestinya)EMU" Masa Depan



Ini adalah tuangan dari diary usang yang secara diam-diam sudah lama ingin di bagi. Pengalaman, yang kata orang adalah guru terbaik.

Masa itu kurang lebih satu tahun akademik yang lalu, jauh di madrasah tercinta.Saat ujian-ujian ujung pendidikan menanti untuk di urai, saat gerbang masa depan menanti untuk dipilih.

Rasanya kalkulasi sekon selama tiga tahun periode itu tak selang sebentar, setelah melalui canda tawa masa sekolah, apalagi yang dibicarakan adalah tingkat menengah akhir, masa dimana cinta monyet hampir setengah matang, produktivitas hormon reproduksi yang sedang kencang, yang mana bercanda tawa di kelas dengan riang sambil menyusun mimpi bersama teman sekawan seindah menguliti kacang.

Akan banyak celetukan cita-cita yang mengawang naik, beberapa teman berpotensi akademik akan dengan lantang megukir perencanaan kisah tersendiri, tapi bukan juga tidak ada yang dengan malu penuh pesimis berkata 'ah, aku sih dimana Tuhan berkehendak saja.' entah karena kurangnya ambisi ataupun pesimis sudah mengambil alih hati,

Karena realita memang harus di tantang, terkadang tak apa jika kau musti bermimpi akan menjadi pegawai NASA mesti dikenyataan manusia terbaik Indonesia pun belum tentu dipilih masuk. sekali lagi tak apa, bermimpi itu tak ada larangan hukumnya, hanya saja kamu yang nantinya putuskan, ingin tmengawang bersama angin lalu terjatuh, atau kritis ingin terbang dengan membuat sayap.

Menyusun masa depan itu sama sederhananya dengan menggores 'list to do', mudah direncanakan namun hampir serasa melintasi jurang kemustahilan untuk terealisasi.

Ada goresan kenangan kecil di masa itu, kala salah satu guru yang terkenal cantik rupa, terbaik ajar, dan terlampau sadis killernya, berkata "Setelah kamu menginjak gerbang luar dari Madrasah ini, barulah pantas saya ucapkan seamat datang di 'Kehidupan'." Awalnya kami seisi kelas hanya tertawa basa-basi menanggapi, cekikikan imut tanpa tau makna, begitupun saya yang duduk dipojok deret tiga dari belakang ; hanya tersenyum dengan -sok- kalem, bertanya dalam hati 'Memang selama ini saya pingsan dimana, sampai belum tahu apa itu hidup?'
Tapi beliau benar, bukan persoalan benarkah raga ini sudah keduluan jatuh pingsan tanpa respon pusat kontrol sentral simpatis, tapi konsep petunjuk arah yang dahulunya dikira berupa kompas namun tak lebih dari lapis lensa buram, yang saat kekang telah di lepas, di paksa mecari arah dengannya tanpa di tuntun.

Gerbang samar masa depan pertama ; SNMPTN sudah menjulang di depan mata.

Memilih adalah pasti, karena kini kita dapat bernafas juga karena adalah pilihan.
Lalu, untuk apa takut? yang takut adalah mereka yang tak punya mimpi, yang tak punya visi masa depan. Dan hari itu nyali serasa di tekan.. kenyataan telah dialui, pertanyaan baru yang sebenarnya usang menghampiri "Impian saya itu apa..." adalah yang pertama melintas di benak.

Lalu riuh melunjak, seisi kelas mulai sibuk menggosip hari esok, namun saya hanya kecut tersenyum mendengar mimpi-mimpi mereka, saya tahu Tuhan akan menghukum nantinya untuk hari itu karena telah angkuh dengan remehan. 'Bermimpi setinggi langit boleh, memangnya tak takut sakit seandainya terjatuh?'
Karena sungguh jalan setapak yang nantinya kamu lalui tak semulus kelihatan, akan ada ; cacat aspal dengan lubang menganga, lintas kendaraan tak terkendali, ataupun rawan potensi untuk jatuh celaka.

Layaknya SNMPTN, dipertimbangkannya catatan akademik dan peluang akan mengkalkulasi nilai 'jual' untuk mimpimu. pantaskah? layakkah?

Bagi mereka yang percaya akan mimpi tentu teguh pilihan dan pendirian, bagi mereka yang didominasi arah pikir logis berserak kesana-kemari mengorek informasi dari lubang semut hingga wadah konsultasi.

Sedang saya masih bertanya 'Apakah sebenarnya garis finish yang sedang saya kejar?'

Karena membuat adonan kue pun tak sesederhana yang kelihatan, ada banyak pertimbangan tentang takaran atau teknik tangan. begitupun impian, tak sekedar cerita indah menggapai mimpi, tapi adalah tentang bagaimana nanti jalan yang akan kamu tempuh benar-benar membawa kepada kebahagiaan sejati.

Untuk itu saya memilih untuk melalui lebih banyak hal dari mereka, mencari arti dari mimpi dan menyusun strategi logis.
Nilai di summatif, catatan prestasi akademik di data, peluang di hitung, film inspiratif di tonton, nasihat di ambil, do'a di panjat dan kertas perencanaan 'bahagia sejati yang semu' itu akhirnya telah saya buat.

Dengan bangga saya ceritakan pada mereka yang dulu terejek impiannya, bahwa jalan masa depan milik saya sudah lebih terang dibanding lampu neon toilet umum.

Namun terkadang ramalan berita televisi juga selalu bercelah untuk tak melaporkan badai dadakan, di iklim lokasi atapun kotak sederhana perencanaan mimpi.

Jalan yang diberikan oleh Tuhan menyimpang jauh dari goresan perencanaan mengejar masa depan yang diangankan.

Hari itu ada banyak ekspresi yang tumpah, dari luapan kegembiraan karena namamu dinyatakan lulus sampai tangis kekecewaan karena jalan masa depanmu masih di buramkan oleh yang maha kuasa. dan saya hari itu menjadi manusia paling 'tidak tahu diri' dengan tidak menjadi bagian dari keduanya. rasanya kosong, kebingungan setelah mendapati lulus di jalan yang bukan dikehendaki.

Tapi baru sekarang mata hati terbuka. bahwa perihal kelulusan SNMPTN yang dulunya dianggap 'coba-coba berhadiah' adalah hal penting bagi banyak harapan di luar sana.

SNMPTN yang katanya mengambil hampir setengah dari kuota MARU adalah perihal serius. lulus ataupun tidak lulusnya kamu nanti.

Lulus, yang berarti Tuhan sudah menunjukan jalanmu dan sudah waktunya untuk menjalani dengan penuh syukur, serius dan ikhlas atas respek terhadap pilihanmu dan teman seperjuanganmu yang belum diberi kesempatan yang sama.

Dan tidak lulus, yang berarti Tuhan sedang menyiapkan rencana yang jauh lebih baik dan lebih luar biasa dari yang kamu perkirakan.

Para kecebong manisku (Yang mengaku adik kelas) memperkirakan masa depan sama halnya dengan mengkalkulasikan secara logis berapa nilai dari simbol matematika 'tak hingga'. Bukannya mustahil namun sejauh sejarah mencatat hampir tidak pernah ada yang bisa. Ketidaklulusan mu di SNMPTN nantinya bukanlah akhir dari kisah perjalananmu menggapai mimpi, melainkan adalah motivasi untuk memaksimalkan usaha dalam rangka mengejar ranah yang lebih tinggi.

Biru ataupun Merah yang terpampang di display sebagai latar namamu tidaklah penting. Namun poin yang harus selalu kamu pegang teguh adalah bagaimana selanjutnya dua warna itu akan menuntunmu ke 'garis finish sejati' milikmu, yang dengannya adalah puncak tertinggi kepuasaanmu, yang dengannya saat melihat kebelakang tidak akan ada penyesalan berarti telah mengambil keputusan untuk melangkah maju di jalan ini olehmu.

Karena manusia yang berencana, namun dzat yang maha kuasa lah sang pengatur.

Tuhan ada bukan untuk membuatmu berlepas diri dari usaha adik-adikku, namun untuk membuktikan bahwa garis kemustahilan yang di patenkan itu tidak pernah benar-benar ada-ada.

Dari Andi Priscillia Al-qodry,
yang mengaku waktu tidurnya diambil alih hafalan nomina anatomica.











Sabtu, 11 Maret 2017

Obat Hati

Jika tidak ada ketentraman hati dengan membaca Al-Qur'an, berarti iman nya belom mateng. Sama kok, yang punya akun ini juga begitu, imannya masih sangat mentah, masih sangat fakir ilmu. 😌

Sedari pertama nenek moyang belajar memercik api hingga mampu terbang ke bulan, kita manusia sudah di landasi 'candu' bawaan yang di pikul dari kaidah psikis atas dasar kebutuhan hidup oleh konklusi logis ;
Penghapus sakit namanya.
Semuka bumi, yang paling digemari-paling dicari-paling didamba adalah bentuk efek 'terbang' seperti narkoba yang tidak haram dan tidak ada efek samping buruknya. Kenapa? Karena semua yang dicandui manusia adalah sesuatu yang punya potensi besar untuk membuatnya melupakan rasa sakit, marah, kecewa, gelisah dll secara instan.
Maka tak heran, hati yang sering terbolak-balik itu kadang tersesat jauh sampai menikung tajam dari jalan yang lurus ke jurang maksiat hanya dengan diatas namakan 'mencari penghilang penat'
Entah bentuknya rekreasi semata atau mabuk khamar semalam suntuk.

Tak ingat, bahwa Allah sudah sediakan yang yang lebih baik, yang untuk mendapatkannya tidak perlu habis uang dan tenaga,
Al-Qur'an namanya.
Tapi kenapa, kenapa saat sudah membaca Al-Qur'an masih saja sempit hati rasanya?
Nah kalau begitu koreksi lagi, muhasabah diri lagi, mungkin itu bacaannya yang belum benar, mungkin itu tafsirnya yang terlewat, atau..
Mungkin itu hanya sekedar lisan yang berbisik namun hati tak ikut serta ke dalam samudera ayat-ayatNya.

Dari Andi Priscillia Alqodry,
Yang masih belum mempercayai eksisnya kisah hapilly ever after.

Selasa, 14 Februari 2017

HATI ; AturanNya terhadap kaidah logis manusiawi



Manusia itu rumit,

Apalagi tentang rasa,

Menangguhkan tinggi sampai lupa hakikat.
Padahal di kenyataan manusia itu rendah, hanya kumpulan nyata dari materi kimiawi dan biologis yang mengatasnamakan akal sebagai pijak tertinggi. Lalu apa?

Ingin terbang sampai ke awan? Sudah mampu, pendaratan Neil Amstrong bertahun silam sudah jadi pembuktian. Melampaui kaedah logis? Sudah mampu, hanya modifikasi ‘sederhana’ dari fisika material sudah tampak berbicara melalui angin yang orang masa lampau katai bualan. Mengatur jalan hukum alam? Sudah mampu, sebut saja bagian dari kloning sampai rekayasa materi genetika.

Poinnya adalah, manusia yang katanya di pegang kendali oleh neurotransmitter berevolusi menjadi ‘spesies’ dengan potensi yang melampaui kaidah newton. Tubuhnya tak berevolusi banyak, namun akal miliknya selalu dinamis ke arah metafora sempurna.

Mengerikan.

Bayangkan saat akal itu diibaratkan serangga dengan chip matika super yang akan terus menggerogoti hingga ‘over’. Mencangkok organ sendiri pun nantinya di paten sebagai modernisasi. Bukan, itu bukan hal mustahil, karena manusia selalu melampaui apa yang di patokan sebagai taraf ‘kenormalan.’

Untuk itu kadang bagian terpenting di tubuh yang secara tak konkrit dalam wujud adalah satu-satunya yang murni lagi suci.

Kontrol pusat, semesta maupun reaksi kimia milik pribadi.

Apa namanya? Hati, kalbu, pengibaratan segumpal daging yang tak senyata wujud gas.

Dia ajaib, selalu tahu kapan manusia menyalahi hakikat dirinya diciptakan ataupun tahu kapan manusia menemukan arti nyata dari hidup. Dia menjadi satu-satunya bagian yang jauh di lubuk dasar selalu dalam kaidah ‘benar’

Tapi terkadang manusia angkuh, terlalu sombong merasa tinggi, lupa bahwa akal pikiran yang mereka bawa sebagai pondasi hanya serangkaian reaksi kimiawi milik kosmis. Bukan spiritual.

Sebut saja contoh kecil.

Pernah tidak saat mengikuti hasrat namun dahaga dari puas tak pernah terpenuhi?

Dengan konsep sesederhana memenuhi hasrat manusiawi ;
Yang katanya berpuas dengan makanan membuat bahagia, tapi kenyataan? Tidak sedikit situs dieting yang dibanjiri pengunjung internet. Yang katanya berpuas dengan rekreasi, tapi kenyataan? Rasanya sungguh tak nikmat bila pergi jauh dari rumah. Yang katanya berpuas dengan cinta dan hasrat permen cokelat, tapi kenyataan? Tak sedikit kasus depresi hingga siksa batin oleh anak remaja yang menyalah artikan hubungan. Yang katanya prioritas utama adalah uang, tapi kenyataan? Kenapa malah yang terkaya ingin hidup sederhana dengan berserak donasi kemana-mana.

Karena semuanya menyalahi HATI. Berpikir bahwa dunia adalah pemuas yang membawa arti bahagia namun hanya empedu yang berpoles madu.

Manisnya sebentar, selebihnya? Rasa kosong, hampa sampai menyesal.

Sekali lagi tanyakan, lalu apa? Apa sebenarnya arti kehidupan ini?

Jika pemuasan dunia hanya sementara, jika bentukan rasa hanya serangkaian reaksi kimia?

Untuk itu hati akan menjawab.

“Tahukah kamu wahai manusia? Kenapa tak pernah rasa ketenangan hadir dariku padamu? Karena akal dan hasratmu hanya untuk MANUSIA ; menyenangkan manusia, dipuji manusia, terlihat baik dalam pandangan manusia, selalu untuk manusia! Kapan ada ruang kau melakukan sebesar zarah saja perbuatan untuk pencipatku? TUHAN mu? Jika kau haus dengan pencitraan dunua? kemampuan darimu baik itu akal yang kau letakan melebihi puncak olympus tidak akan sanggup mengampu aku yang suci jika masih kotor oleh hasrat.”

Untuk itulah manusia di tuntun.
Oleh aturan yang dibuat oleh DIA yang bukan manusia.

Lepas dari subjektifitas yang menjerumus, lepas dari kepenatan akal yang menjebak.

Tuhan, agama, akidah, syariat.

Yang mengajarkan dari arti kebahagian sempurna dengan ikhlas.

Berkorban lembar uang untuk penampilan duniawi, tujuan? Dipuji manusia. Pernah terlintas dibenakmu bahwa Tuhan kecewa? Takutnya tidak.

Berkorban waktu dan finansial untuk foya-foya duniawi, tujuan? Hasrat manusia. Pernah terlintas dibenakmu bahwa Tuhan ingin lihat kau berbagi dengan saudara mu yang tak mampu? Takutnya tidak.

Berkorban sunnah, berkorban iman, berkorban syariat untuk tujuan utama yang menyalahi akidah, tujuan? Pengakuan manusia. Pernah terlintas dibenakmu bahwa ridho kah Tuhan?  Takutnya tidak.

Jadi jangan tanyakan kenapa hati gersang, kenapa setelah berkecukupan selalu rasanya ada yang kurang, kenapa kebahagiaan tak pernah dirasa ringan.

Sedang sang pemilik HATI sudah jauh kau taruh di pioritas terbawah. Lantas bagaimana aturannya akan menuntunmu? Jika yang diangkuhkan adalah hasrat dan pola pikir?

Maka sudah waktunya untuk kembali, kembali pada AturanNYA.

milikNya, milik Dia yang mencintai dan mengingat mu di setiap waktu (meski engkau lupakan) yang mengawasi dan melihatmu di setiap waktu (meski engkau abaikan).

Dia hanya menunggu,

Kamu yang untuk meminta,

Agar dapat dikejar dalam rengkuh,

Dengan kebahagiaan Baqa sang pemilik Hati.

“Allah ta’ala berfirman : Aku sesuai prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingatKu, jika ia mengingatKu di kala sedang sendirian, aku akan mengingatnya dalam diriKu, jika ia mengingatKu di suatu kumpulan, aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikat), Jika ia mendekat pada Ku sejengkal, Aku mendekat padanya sehasta, jika ia mendekat pada Ku sehasta, Aku mendekat padanya sedepa, jika ia mendatangi Ku dengan berjalan (biasa), maka aku mendekat padanya dengan berjalan cepat.”—HR.Bukhari

Dari Andi Priscillia Alqodry,
Yang masih belajar caranya untuk ikhlas.

Rabu, 13 Juli 2016

Pokemon Go : Solusi Sehat dengan Main Game


Pokemon GO? apaan sih?
Hello gamers! Berita baik buat kalian penggemar game apalagi penggemar Anime Pokemon dari Negeri Sakura. Sekarang game berburu pokemon (Pokemon GO) sudah dirilis! Di toko-toko aplikasi seperti App Store (iPhone) atau Google Play (Android).
Game ini sudah dapat diakses di Australia, New Zealand dan AS dan akan dirilis di Jepang segera.
Di Indonesia, Pokemon Go belum dirilis, namun banyak gamer yang mengunduh aplikasi game ini melalui APK (Android application package) yang disebar di situs-situs teknologi dan game.

Menurut pandangan saya pribadi, Game ini cukup kreatif dan menunjang kebutuhan tubuh akan olahraga (?) nah, kok gitu? ya. secara game ini adalah game berbasis  augmented reality, beda sama game lain yang cuma bikin kamu nongkrong di kamar sampe lupa makan, di Game ini kamu akan merasakan sensasi berburu pokemon di dunia nyata!

So, buat kamu yang pengen olahraga tapi males banget nge gym dan nyari olahraga yang seseru main game Pokemon Go bisa jadi solusi.


Lebih serunya lagi, di game ini pokemon-pokemon yang kamu buru juga bakal menetap di habitatnya masing-masing. Misalnya saja kamu mencari Pokemon Elemen Air, maka Pokemon-pokemon seperti itu bisa kamu temukan di tempat-tempat yang banyak air-nya *Plis bukan kamar mandi loh guys! maksudnya Sungai, Danau, Laut dan daerah-daerah lain seperti itu. juga berlaku buat pokemon elemen lain.

So, main Pokemon Go selain seru juga bisa bikin sehat jasmani karena kamu bakal dipaksa berburu Pokemon kemana-mana sampe keliling komplek kalo perlu. atau ke pusat perbelanjaan sekalipun. tapi yah jangan sampe kamu gak sadar lokasi juga, be aware where you are at. jangan-jangan pas lagi jalan cari pokemon didepan ada tiang listrik maen tabrak.

Semakin banyak Pokemon yang kamu kumpulin, semakin besar peluang kamu menang Battle. Kamu juga berkesempatan dapet pokemon-pokemon tingkatan rare sampe legendaris sekalipun.

Lihat pict bawah untuk tau tingkatan Pokemon yang sudah kalian kumpulkan.

Gimana? Niat main?
Buat yang niat main dan masih newbie, saya bagi informasi buat istilah dan tanda-tanda penting yang ada di game pokemon GO :

PokeStop


Saat kamu melihat lambang persegi berwarna biru di peta Pokemon Go milikmu, lambang itu dinamakan dengan PokeStop. Tanda tersebut akan berubah menjadi lingkaran saat kamu sudah berada dekat dengan PokeStop. Klik dan putarlah PokeStop tersebut, nanti akan muncul item berupa Pokeball, egg, potion, revive, dan beberapa item lainnya yang akan sangat membantu pencarian Pokemon nantinya.
  

Combat Points & Statistic

Setelah kita menangkap Pokemon, kita akan disuguhkan dengan statistik atau data yang terdapat pada pokemon tersebut. Ada CP (Combat Point) yang menandakan kekuatan dari pokemon, semakin tinggi CP, maka daya tarungnya juga akan semakin kuat.


Pokemon Egg

Dari PokeStop biasanya kita juga mendapatkan Pokemon Eggs. Telur yang kita dapatnya bisa di eram di dalam inkubator dan nantinya telur akan menetas setelah kita sebagai trainer berjalan dan menempuh jarak yang sudah ditentukan.


Gym

Gym adalah tempat untuk seorang trainer bertarung. Kita hanya bisa mengakses Gym kalau sudah mecapai level 5 saja, setelah itu kita akan disuguhkan tiga tim pilihan, yaitu Mystic untuk biru, Valor untuk merah, dan Instinct untuk kuning. Setiap tim memiliki lambang Pokemon legendanya masing-masing.

Jejak Kaki

Jejak kaki yang terdapat dibawah Pokemon Go tandanya adalah seberapa jauh dia dari posisimu sekarang. Seperti tiga jejak kaki berarti pokemon berada sekitar 300 meter dari kamu, dua jejak kaki berarti 200 meter di dekatmu, dan semakin sedikit jejak kaki, maka semakin dekat kamu dengan Pokemon baru yang akan kita tangkap.

Nah, segitu aja dulu review dan guide singkat Pokemon GO dari Admin, buat yang penasaran dan gak sabaran nunggu Game nya rilis di indonesia bisa lansung download DISINI
Tapi Admin sarankan jangan ya, soalnya gimana pun ini adalah bentuk pelanggaran yang memungkinkan Game Pokemon Go sendiri di baned dari Indo. 

Game ini berbasis internet ya guys, jadi jangan lupa aktifkan koneksi ke internet dan GPS ponsel kamu saat main!

Sign,

Cia

Minggu, 05 Juni 2016

Kisah dari Gunung

Kisah ini bukan tentang hujan beku pembawa rindu ataupun tentang kilau senja penghibur resah.
Tapi tentang nyanyian gemerisik daun,
tentang riak damai air,
tentang merdu kicau burung,
tentang sang hutan yang kokoh,
tentang puncak yang menggapai langit.

Aku menarik napas dalam, seketika pedihnya oksigen mengisi paru-paru.
Memenuhi relung dada dengan rasa lapang familiar, memberatkan mata hingga sayup, terhanyut akan rimba yang damai.

Alam memang selalu begini, punya kisah istimewa yang tak mudah dibagi.
Tak perlu gemerlap semewah di kota, cukup taburan bintang dari luasnya relung langit.
Tak perlu sorot lampu atau riuh musik, tapi hangat arang kayu dengan nyanyian petik gitar sederhana.
Menggema canda dan tawa, ditemani siulan makhluk hutan dan dinginnya udara gunung.

Disini aku belajar bagaimana beku harus dilalui untuk menyambut pagi yang hangat,
belajar bagaimana berbagi untuk saling lengkap,
belajar melawan buaian mimpi untuk terjaga akan alam nyata.

Hai kawan, ini bukan kisah klasik dari hidup yang biasa,
Bukan kisah picisan dari novel romansa,
Tapi ini kisah mahal yang kubawa pulang, dari gunung yang alamnya bernyanyi memanggil untuk datang.